Kamis, 26 November 2015

Nama : Anindita Nuraini
Kelas : 1KA31
NPM : 10115814
 
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
       Kebudayaan merupakan pikiran atau akal budi dari hasil kegiatan dan penciptaan  batin manusia seperti kepercayaan, kesenian, maupun adat istiadat. Kebudayaan erat kaitannya dengan daerah tertentu. Kebanyakan erat kaitannya dengan daerah tertentu. Kebanyakan pada suatu daerah memiliki kebudayaan masing-masing yang mana kebudayaan tersebut menciptakan atau membangun suatu daerah dengan sebuah pakem atau aturan. Tujuannya untuk membentuk suatu ciri khas suatu daerah.
      Penduduk sendiri merupakan orang-orang yang mendiami suatu tempat.Secara garis besar semua orang atau sekumpulan orang yang tinggal dan menetap dalam suatu wilayah bisa dikatakan sebagai seorang penduduk. Penduduk hidup secara berdampingan, jika secara individu tidak dapat dikatakan sebuah kependudukan.


 Penduduk ataupun  masyarakat dalam sebuah kebudayaan memiliki hubungan yang sangat erat,  karena sebuah kebudayaan mampu dibangun oleh masyarakat kependudukan. Masyarakat menciptakan suatu pemikiran yang berujung pada suatu adat istiadat sebagai landasan dalam kependudukan. Dengan adanya kebudayaan dalam suatu masyarakat tentunya, masing-masing penduduk memiliki pakem ataupun batasan apa yang biasa mereka lakukan dan tidak dapat mereka lakukan. Sehingga terciptanya masyarakat yang terarah dan teratur.
Hal tersebut diikuti pula dengan cara dan siasat masyarakat dalam suatu penduduk untuk menjalankan dan menaati kebudayaannya sendiri. Sehingga memunculkan kebudayaan yang terarah dan sesuai dalam kehidupan bermasyarakat. Banyaknya pemikiran yang berbeda-beda pada suatu kelompok orang atau masyarakat, menjadikan setiap individu memiliki pendapat masing-masing. Dengan demikian, diperlukan suatu norma-norma yang dianut oleh setiap nmasyarakat itu sendiri dan semua itu mengacu pada suatu kebudayaan.
Namun, realitasnya antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan saling terkait. Tanpa adanya penduduk dan masyarakat dalam suatu kebudayaan maka kebudayaan tersebut tidak dapat berjalan sebagai mana mestinya dan sebaliknya tanpa adanya satu kebudayaan dalam sebuah penduduk dan masyarakat maka masyarakat tidak akan terarah dan teratur. Oleh karena itu, antara ketiga hal tersebut harus sejalan dan teratur sehingga penduduk yang menempati suatu daerah berjalan dengan baik dan memiliki norma yang sesuai. 
Kebudayaan sendiri dalam kehidupan masyarakat merupakan pondasi yang sangat kuat, setiap kegiatan manusia apapun itu, pasti dilakukan menurut budaya mereka. Apabila budaya dalam masyarakat sendiri sudah goyah maka data dipastikan masyarakat tersebut sedikit demi sedikit akan mengalami kehancuran. Pada dasarnya, kebudayaan memiliki kekuatan untuk memaksa pendukungnya untuk mematuhi segala pola acuan yang digariskan oleh kebudayaan itu sendiri. Menelisik dari suatu Negara, kebudayaan menjadi suatu penentu penting bagi kemampuan suatu Negara demi mencapai suatu kemakmuran. Oleh karenanya, kebudayaan membentuk pemeikiran seseorang mengenai resiko, penghargaan, dan kesempatan.  
Berdasarkan uraian diatas, Jelas perlunya kesinambungan antara kebudayaan dengan suatu masyarakat. Hal ini dilakukan demi tercapainya suatu aturan yang kuat sehingga terciptanya suatu pondasi yang searah dan terhindar dari kerusakan moral.

B. Tujuan Penulisan

Sebagaimana yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah, maka yang menjadi tujuan penulisan mengenai Pendudukan, Masyarakat dan Kebudayaan dapat dikemukakan sebagai berikut:
  1. Memahami Bagaimana Konsep Dasar dalam Kependudukan, Masyarakat, dan Kebudayaan.
  2. Memahami Proses terbentuknya suatu kebudayaan yang terarah dan sesuai dalam kependudukan bermasyarakat.
  3. Menumbuhkan rasa cinta Terhadap Kebudayaan bangsa sendiri yang Dimiliki pada setiap daerah dalam suatu Negara Indonesia.
C. Identifikasi Masalah
     Sebagaimana yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah, maka yang menjadi tujuan penulisan mengenai Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan dapat dikemukakan sebagai berikut:

1.      Bagaimanakah Konsep Dasar dari Kependudukan bermasayarakat dalam suatu Kebudayaan?
2.      Bagaimana proses masuknya Kebudayaan dalam suatu Penduduk yang bermsayarakat?
3.       Faktor apa saja yang mempengaruhi suatu norma-norma maupun aturan yang baku dalam suatu kependudukan, Masyarakat, dan Kebudayaan?
4.       Bagaimanakah hasil yang terwujud dari suatu kependudukan, Masyarakat dengan adanya Kebudayaan pada setiap daerahnya?

D.      Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah, maka dirumuskan bahwa masalah yang akan dibahas adalah: “Bagaimanakah pengaruh suatu kebudayaan dalam suatu penduduk pada suatu daerah yang hidup secara bermasayarakat?”
BAB II
PEMBAHASAN

Pertumbuhan penduduk

Tabel Perkembangan Dunia
Dibawah ini adalah tabel perkembangan penduduk dunia pada tahun 1830 – 2006 berdasarkan peingkatan jumlah penduduk dan persenan pada perkembangan penduduk.
Tahun
Jumlah Penduduk
Perkembangan per/tahun
1830
1.000.000.000.000
-
1930
2.000.000.000.000
1 %
1960
3.000.000.000.000
1,7 %
1975
4.000.000.000.000
2,2 %
1987
5.000.000.000.000
2 %
1996
6.000.000.000.000
2 %
2006
7.000.000.000.000
2 %
Sumber : Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia
Berdasarkan pada tabel di atas kita dapat lihat bahwa pertambahan penduduk dapat bertambah hingga 2 kali lipat dari sebelumnya dan jika pertambahan penduduk di dunia bisa bertambah 3 kali lipat jika dilihat pada tabel tahun 1960 perkembangan per tahun 1,7 % lalu pada tahun 1975 meningkat menjadi 2,2% bisa di katakan bahwa pertumbuhan di dunia sangat pesat makin lama semakin bertambah.

Tabel Penggandaan Penduduk Dunia
Tabel Penggandaan
Perkiraan Penduduk Dunia
Waktu
800 SM
5 juta
-
1650
500 juta
1500
1830
1 miliyar
180
1930
2 miliyar
100
1975
4 miliyar
45
Sumber : Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco
Menggunakan interpolasi linear dari perkiraan UNDESA, populasi dunia telah meningkat 2 kali lipat atau akan dua kali lipat dalam tahun-tahun berikutnya (dengan dua titik tolak yang berbeda). Seperti  selama 2 milenium, menggandakan masing-masing mengambil kira-kira setengah selama 2 kali lipat sebelumnya, pas model pertumbuhan hiperbolik disebutkan di atas. Namun, tidak mungkin bahwa akan ada penggandaan lain dalam abad ini.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk suatu negara secara umum dipengaruhi oleh faktor-faktor demografis (yang meliputi kelahiran, kematian dan migrasi) serta faktor nondemografi (seperti kesehatan dan tingkat pendidikan).
Berikut ini dibahas faktor-faktor demografi yang memengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi.
a. Kelahiran (Natalitas/Fertilitas)
Secara umum angka kelahiran dapat dibedakan menjadi tiga yaitu angka kelahiran kasar, angka kelahiran khusus, dan angka kelahiran umum. Kelahiran bersifat jumlah penduduk yang bertambah. Ada faktr yang menghambat kelahiran (anti natalitas) ada juga mendukung kelahiran (pro natalitas).
b . Angka Kematian (Mortalitas)
Angka kematian dibedakan menjadi tiga macam yaitu angka kematian kasar, angka kematian khusus, dan angka kematian bayi. Kematian bersifat mengurang jumlah penduduk yang ada. Untuk menghitung besarnya angka kematian rumusnya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran hanya ada beberapa saja yang berbeda.
 c . Imigrasi
Pengertian Imigrasi merupakan suatu perpindahan orang atau penduduk dari satu tempat atau negara luar ke dalam negeri, dengan tujuan ialah menetap. Orang yang melakukan imigrasi tersebut disebut imigran. Contoh orang singapure pindah dan menetap ke Indonesia.

Rumus Tingkat Kematian Kasar
CDR = D/P x K
Keterangan:
CDR        = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D             = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P             = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K             = Bilangan konstan 1000
Rumus Tingkat Kematian Khusus
ASDRx = Dx/Px x K
Keterangan :
ASDRx   = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx           = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px           = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K             = Bilangan konstan 1000

Angka Kelahiran
Adalah angka yang menunjukan bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. angka kelahiran bayi dapat dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu :
- Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun
- Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20 - 30 per tahun
- Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun

Pengertian Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Bisa di bilang juga migrasi adalah perpindahan penduduk antar satu negara ke negara yang lainnya. Orang dikatakan telah melakukan migrasi apabila orang tersebut telah melewati batas administrasi wilayah lain.
Migrasi di bagi menjadi 2 yaitu :
1) Migrasi keluar adalah keluarnya penduduk dari suatu wilayah menuju wilayah lain dan bertujuan untuk menetap di wilayah yang didatangi.
2) Migrasi masuk adalah masuknya penduduk dari wilayah lain ke suatu wilayah dengan tujuan menetap di wilayah tujuan.

Macam - Macam Migrasi
Berdasarkan niat atau tujuan pelakunya untuk menetap atau tidak, migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. migrasi permanen maksudnya yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap di daerah yang dituju.
b. migrasi non permanen (sirkuler) migrasi silkuler atau non permanen yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain berdasarkan ruang lingkup gerakan atau perpindahanya migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk yang dilakukan dengan melintasi batas wilayah negara atau antarnegara dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
migrasi internasional berdasarkan arah gerakan atau perpindahanya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1) Imigrasi, yaitu perpindahan penduduk di luar negeri masuk ke dalam wilayah suatu wilayah negara tertentu untuk menetap.
2) Emigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke luar atau ke negara lain dengan tujuan menetap.
3) Repatriasi (remigrasi), yaitu perpindahan penduduk dari negari lain kembali ke negara asalnya.
Migrasi Nasional adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain melintasi wilayah provinsi atau kabupaten dalam satu wilayah negara.
beberapa contoh jenis migrasi nasional antara lain :
1) Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kurang padat dalam satu wilayah negara
2) Urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari daerah pedesaan atau daerah tepian kota ke daerah perkotaan untuk tujuan tertentu dengan tujuan tidak menetap. 

Proses Migrasi
Dengan adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/ penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
Proses migrasi pun punya cara yaitu:
• Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
• Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
• Hanya sekedar berlibur diwilayah itu

Akibat Migrasi
A.       Akibat Positif Migrasi Internasional antara lain : 
Dampak Positif Imigrasi
  •   Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli
  •   Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan
  •   Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi
  •   Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa
      Dampak Positif Emigrasi
  • Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing
  • Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya
  • Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain

B.       Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain :
Dampak Positif Transmigrasi
  • Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
  • Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
  • Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
  • Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan lain-lain
  • Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk
Dampak Positif Urbanisasi
  • Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
  • Mengurangi jumlah pengangguran di desa
  • Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
  • Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
  • Perekonomian di kota semakin berkembang

C.     Dampak Negatif Migrasi Internasional antara lain :
Dampak Negatif Imigrasi
  • Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
  • Imigran yang masuk adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.
Dampak Negatif Emigrasi
  • Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan
  • Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.

D.     Dampak Negatif Migrasi Nasional antara lain :
Dampak Negatif Transmigrasi
  • Adanya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran
  • Terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak betah dan kembali ke daerah asalnya
Dampak Negatif Urbanisasi
  • Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa
  • Produktivitas pertanian di desa menurun
  • Meningkatnya tindak kriminalitas di kota
  • Meningkatnya pengangguran di kota
  • Timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan
  • Lalu lintas di kota sangat padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Jenis Struktur Penduduk
1.       Jumlah Penduduk : Urbanisasi, Reurbanisasi, Emigrasi, Imigrasi, Remigrasi, Transmigrasi.
2.       Persebaran Penduduk : Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat.
3.       Komposisi Penduduk : Merupakan sebuah mata statistik dari statistik kependudukan yang membagi dan membahas masalah kependudukan dari segi umur dan jenis kelamin.
Bentuk Piramida Penduduk
Struktur penduduk terdiri dari 3 jenis, yaitu :
1.       Piramida Penduduk Muda / Bentuk Limas : Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara – negara yang sedang berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia.
2.       Piramida Stationer /Bentuk Granat: Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk system ini terdapat pada negara-negara yang maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia. 
3.       Piramida Penduduk Tua / Bentuk Batu Nisan : Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara bias kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.
Pengertian Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Defendency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah pendduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja). Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Kebudayaan dan Kepribadian

Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri zaman batu muda :
1.       Mulai menetap dan membuat rumah-rumah kecil
2.       Membentuk kelompok masyarakat desa
3.       Bertani dan berternak untuk memenuhi kebutuhan
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.
Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
*      Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
*      Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.

Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat saya simpulkan bahwa penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu, sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Kebudayaan adalah semua hasil dari  karya masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan yang diperlukan manusia untuk membuat suatu ciri khas dari masyarakat, agar hasil karya tersebut dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat. Budaya yang kuat apabila pemerintah dan seluruh masyarakat merasa memiliki daerahnya tanpa ada indikasi atau perpecahan sebuah perbedaan baik suku, agama dan darimana dia berasal.

DAFTAR PUSTAKA