Kelas : 1KA31
NPM : 10115814
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Kebudayaan merupakan pikiran atau akal budi dari hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian, maupun adat istiadat. Kebudayaan erat kaitannya dengan daerah tertentu. Kebanyakan erat kaitannya dengan daerah tertentu. Kebanyakan pada suatu daerah memiliki kebudayaan masing-masing yang mana kebudayaan tersebut menciptakan atau membangun suatu daerah dengan sebuah pakem atau aturan. Tujuannya untuk membentuk suatu ciri khas suatu daerah.
Penduduk sendiri merupakan orang-orang yang mendiami suatu tempat.Secara garis besar semua orang atau sekumpulan orang yang tinggal dan menetap dalam suatu wilayah bisa dikatakan sebagai seorang penduduk. Penduduk hidup secara berdampingan, jika secara individu tidak dapat dikatakan sebuah kependudukan.
Kebudayaan merupakan pikiran atau akal budi dari hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian, maupun adat istiadat. Kebudayaan erat kaitannya dengan daerah tertentu. Kebanyakan erat kaitannya dengan daerah tertentu. Kebanyakan pada suatu daerah memiliki kebudayaan masing-masing yang mana kebudayaan tersebut menciptakan atau membangun suatu daerah dengan sebuah pakem atau aturan. Tujuannya untuk membentuk suatu ciri khas suatu daerah.
Penduduk sendiri merupakan orang-orang yang mendiami suatu tempat.Secara garis besar semua orang atau sekumpulan orang yang tinggal dan menetap dalam suatu wilayah bisa dikatakan sebagai seorang penduduk. Penduduk hidup secara berdampingan, jika secara individu tidak dapat dikatakan sebuah kependudukan.
Penduduk
ataupun masyarakat dalam sebuah
kebudayaan memiliki hubungan yang sangat erat,
karena sebuah kebudayaan mampu dibangun oleh masyarakat kependudukan.
Masyarakat menciptakan suatu pemikiran yang berujung pada suatu adat istiadat
sebagai landasan dalam kependudukan. Dengan adanya kebudayaan dalam suatu
masyarakat tentunya, masing-masing penduduk memiliki pakem ataupun batasan apa
yang biasa mereka lakukan dan tidak dapat mereka lakukan. Sehingga terciptanya
masyarakat yang terarah dan teratur.
Hal
tersebut diikuti pula dengan cara dan siasat masyarakat dalam suatu penduduk
untuk menjalankan dan menaati kebudayaannya sendiri. Sehingga memunculkan
kebudayaan yang terarah dan sesuai dalam kehidupan bermasyarakat. Banyaknya
pemikiran yang berbeda-beda pada suatu kelompok orang atau masyarakat,
menjadikan setiap individu memiliki pendapat masing-masing. Dengan demikian,
diperlukan suatu norma-norma yang dianut oleh setiap nmasyarakat itu sendiri
dan semua itu mengacu pada suatu kebudayaan.
Namun, realitasnya antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan saling terkait. Tanpa adanya penduduk dan masyarakat dalam suatu kebudayaan maka kebudayaan tersebut tidak dapat berjalan sebagai mana mestinya dan sebaliknya tanpa adanya satu kebudayaan dalam sebuah penduduk dan masyarakat maka masyarakat tidak akan terarah dan teratur. Oleh karena itu, antara ketiga hal tersebut harus sejalan dan teratur sehingga penduduk yang menempati suatu daerah berjalan dengan baik dan memiliki norma yang sesuai.
Kebudayaan
sendiri dalam kehidupan masyarakat merupakan pondasi yang sangat kuat, setiap
kegiatan manusia apapun itu, pasti dilakukan menurut budaya mereka. Apabila
budaya dalam masyarakat sendiri sudah goyah maka data dipastikan masyarakat
tersebut sedikit demi sedikit akan mengalami kehancuran. Pada dasarnya,
kebudayaan memiliki kekuatan untuk memaksa pendukungnya untuk mematuhi segala
pola acuan yang digariskan oleh kebudayaan itu sendiri. Menelisik dari suatu
Negara, kebudayaan menjadi suatu penentu penting bagi kemampuan suatu Negara demi
mencapai suatu kemakmuran. Oleh karenanya, kebudayaan membentuk pemeikiran
seseorang mengenai resiko, penghargaan, dan kesempatan.
Berdasarkan
uraian diatas, Jelas perlunya kesinambungan antara kebudayaan dengan suatu masyarakat. Hal ini dilakukan demi tercapainya suatu aturan yang kuat
sehingga terciptanya suatu pondasi yang searah dan terhindar dari kerusakan
moral.
B. Tujuan Penulisan
Sebagaimana yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah, maka yang menjadi tujuan penulisan mengenai Pendudukan, Masyarakat dan Kebudayaan dapat dikemukakan sebagai berikut:
- Memahami Bagaimana Konsep Dasar dalam Kependudukan, Masyarakat, dan Kebudayaan.
- Memahami Proses terbentuknya suatu kebudayaan yang terarah dan sesuai dalam kependudukan bermasyarakat.
- Menumbuhkan rasa cinta Terhadap Kebudayaan bangsa sendiri yang Dimiliki pada setiap daerah dalam suatu Negara Indonesia.
Sebagaimana yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah, maka yang menjadi tujuan penulisan mengenai Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah
Konsep Dasar dari Kependudukan bermasayarakat dalam suatu Kebudayaan?
2.
Bagaimana proses masuknya Kebudayaan
dalam suatu Penduduk yang bermsayarakat?
3.
Faktor apa saja yang mempengaruhi
suatu norma-norma maupun aturan yang baku dalam suatu kependudukan, Masyarakat,
dan Kebudayaan?
4.
Bagaimanakah hasil yang terwujud
dari suatu kependudukan, Masyarakat dengan adanya Kebudayaan pada setiap
daerahnya?
D.
Perumusan Masalah
Berdasarkan
pembatasan masalah, maka dirumuskan bahwa masalah yang akan dibahas adalah: “Bagaimanakah pengaruh suatu kebudayaan
dalam suatu penduduk pada suatu daerah yang hidup secara bermasayarakat?”
BAB II
PEMBAHASAN
Pertumbuhan
penduduk
Tabel Perkembangan Dunia
Dibawah ini adalah
tabel perkembangan penduduk dunia pada tahun 1830 – 2006 berdasarkan peingkatan
jumlah penduduk dan persenan pada perkembangan penduduk.
Tahun
|
Jumlah Penduduk
|
Perkembangan
per/tahun
|
1830
|
1.000.000.000.000
|
-
|
1930
|
2.000.000.000.000
|
1 %
|
1960
|
3.000.000.000.000
|
1,7 %
|
1975
|
4.000.000.000.000
|
2,2 %
|
1987
|
5.000.000.000.000
|
2 %
|
1996
|
6.000.000.000.000
|
2 %
|
2006
|
7.000.000.000.000
|
2 %
|
Sumber : Iskandar ,
Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia
Berdasarkan pada tabel
di atas kita dapat lihat bahwa pertambahan penduduk dapat bertambah hingga 2
kali lipat dari sebelumnya dan jika pertambahan penduduk di dunia bisa
bertambah 3 kali lipat jika dilihat pada tabel tahun 1960 perkembangan per
tahun 1,7 % lalu pada tahun 1975 meningkat menjadi 2,2% bisa di katakan bahwa
pertumbuhan di dunia sangat pesat makin lama semakin bertambah.
Tabel Penggandaan Penduduk Dunia
Tabel
Penggandaan
|
Perkiraan
Penduduk Dunia
|
Waktu
|
800 SM
|
5 juta
|
-
|
1650
|
500 juta
|
1500
|
1830
|
1 miliyar
|
180
|
1930
|
2 miliyar
|
100
|
1975
|
4 miliyar
|
45
|
Sumber : Ehrlich, Paul,
R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco
Menggunakan interpolasi
linear dari perkiraan UNDESA, populasi dunia telah meningkat 2 kali lipat atau
akan dua kali lipat dalam tahun-tahun berikutnya (dengan dua titik tolak yang
berbeda). Seperti selama 2 milenium,
menggandakan masing-masing mengambil kira-kira setengah selama 2 kali lipat
sebelumnya, pas model pertumbuhan hiperbolik disebutkan di atas. Namun, tidak
mungkin bahwa akan ada penggandaan lain dalam abad ini.
Faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk
suatu negara secara umum dipengaruhi oleh faktor-faktor demografis (yang meliputi
kelahiran, kematian dan migrasi) serta faktor nondemografi (seperti kesehatan
dan tingkat pendidikan).
Berikut ini dibahas
faktor-faktor demografi yang memengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran,
kematian, dan migrasi.
a. Kelahiran
(Natalitas/Fertilitas)
Secara umum angka
kelahiran dapat dibedakan menjadi tiga yaitu angka kelahiran kasar, angka
kelahiran khusus, dan angka kelahiran umum. Kelahiran bersifat jumlah penduduk
yang bertambah. Ada faktr yang menghambat kelahiran (anti natalitas) ada juga
mendukung kelahiran (pro natalitas).
b . Angka Kematian
(Mortalitas)
Angka kematian
dibedakan menjadi tiga macam yaitu angka kematian kasar, angka kematian khusus,
dan angka kematian bayi. Kematian bersifat mengurang jumlah penduduk yang ada.
Untuk menghitung besarnya angka kematian rumusnya hampir sama dengan
perhitungan angka kelahiran hanya ada beberapa saja yang berbeda.
c . Imigrasi
Pengertian Imigrasi
merupakan suatu perpindahan orang atau penduduk dari satu tempat atau negara
luar ke dalam negeri, dengan tujuan ialah menetap. Orang yang melakukan
imigrasi tersebut disebut imigran. Contoh orang singapure pindah dan menetap ke
Indonesia.
Rumus Tingkat Kematian Kasar
CDR = D/P x K
Keterangan:
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian
Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada
tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan
tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Rumus Tingkat Kematian
Khusus
ASDRx = Dx/Px x K
Keterangan :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu
selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Angka Kelahiran
Adalah angka yang
menunjukan bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. angka kelahiran
bayi dapat dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu :
- Angka kelahiran
dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun
- Angka kelahiran
dikatakan sedang jika angka kelahiran 20 - 30 per tahun
- Angka kelahiran
dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun
Pengertian Migrasi
Migrasi adalah
perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat
lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara
(migrasi internasional). Bisa di bilang juga migrasi adalah perpindahan
penduduk antar satu negara ke negara yang lainnya. Orang dikatakan telah
melakukan migrasi apabila orang tersebut telah melewati batas administrasi
wilayah lain.
Migrasi di bagi menjadi
2 yaitu :
1) Migrasi keluar
adalah keluarnya penduduk dari suatu wilayah menuju wilayah lain dan bertujuan
untuk menetap di wilayah yang didatangi.
2) Migrasi masuk adalah
masuknya penduduk dari wilayah lain ke suatu wilayah dengan tujuan menetap di
wilayah tujuan.
Macam - Macam Migrasi
Berdasarkan niat atau
tujuan pelakunya untuk menetap atau tidak, migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu
:
a. migrasi permanen maksudnya yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap di daerah yang dituju.
a. migrasi permanen maksudnya yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap di daerah yang dituju.
b.
migrasi non permanen (sirkuler) migrasi silkuler atau non permanen yaitu
perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain berdasarkan ruang lingkup
gerakan atau perpindahanya migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
Migrasi Internasional
adalah perpindahan penduduk yang dilakukan dengan melintasi batas wilayah
negara atau antarnegara dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
migrasi internasional
berdasarkan arah gerakan atau perpindahanya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1) Imigrasi, yaitu
perpindahan penduduk di luar negeri masuk ke dalam wilayah suatu wilayah negara
tertentu untuk menetap.
2) Emigrasi, yaitu
perpindahan penduduk dari suatu negara ke luar atau ke negara lain dengan
tujuan menetap.
3) Repatriasi
(remigrasi), yaitu perpindahan penduduk dari negari lain kembali ke negara
asalnya.
Migrasi Nasional adalah
perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain melintasi wilayah provinsi
atau kabupaten dalam satu wilayah negara.
beberapa contoh jenis
migrasi nasional antara lain :
1) Transmigrasi, yaitu
perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kurang
padat dalam satu wilayah negara
2) Urbanisasi, yaitu
perpindahan penduduk dari daerah pedesaan atau daerah tepian kota ke daerah
perkotaan untuk tujuan tertentu dengan tujuan tidak menetap.
Proses Migrasi
Dengan adanya wilayah
yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/ penduduk pun yang akan pergi
ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak ada lagi nilai
lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
Proses migrasi pun
punya cara yaitu:
• Proses migrasi ia
menetap di suatu wilayah
• Proses migrasi hanya
sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat
asalnya
• Hanya sekedar
berlibur diwilayah itu
Akibat Migrasi
A. Akibat Positif Migrasi
Internasional antara lain :
Dampak Positif Imigrasi
Dampak Positif Imigrasi
- Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli
- Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan
- Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi
- Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa
Dampak Positif Emigrasi
- Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing
- Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya
- Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain
B. Dampak Positif Migrasi Nasional
antara lain :
Dampak Positif
Transmigrasi
- Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
- Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
- Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
- Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan lain-lain
- Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk
Dampak Positif
Urbanisasi
- Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
- Mengurangi jumlah pengangguran di desa
- Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
- Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
- Perekonomian di kota semakin berkembang
C. Dampak Negatif Migrasi
Internasional antara lain :
Dampak Negatif Imigrasi
- Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
- Imigran yang masuk adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.
Dampak Negatif Emigrasi
- Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan
- Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.
D. Dampak Negatif Migrasi Nasional
antara lain :
Dampak Negatif
Transmigrasi
- Adanya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran
- Terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak betah dan kembali ke daerah asalnya
Dampak Negatif
Urbanisasi
- Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa
- Produktivitas pertanian di desa menurun
- Meningkatnya tindak kriminalitas di kota
- Meningkatnya pengangguran di kota
- Timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan
- Lalu lintas di kota sangat padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Jenis
Struktur Penduduk
1.
Jumlah Penduduk : Urbanisasi, Reurbanisasi, Emigrasi,
Imigrasi, Remigrasi, Transmigrasi.
2.
Persebaran Penduduk : Kepadatan penduduk adalah jumlah
penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa
per km kuadrat.
3.
Komposisi Penduduk : Merupakan sebuah mata statistik
dari statistik kependudukan yang membagi dan membahas masalah kependudukan dari
segi umur dan jenis kelamin.
Struktur penduduk terdiri dari 3 jenis, yaitu :
1.
Piramida Penduduk Muda / Bentuk
Limas : Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam
pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada
jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara – negara yang sedang
berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia.
2.
Piramida Stationer /Bentuk Granat: Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis)
sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.
Piramida penduduk yang berbentuk system ini terdapat pada negara-negara yang
maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia.
3.
Piramida Penduduk Tua / Bentuk Batu
Nisan : Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya
penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang kecil
sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara
bias kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini
adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.
Pengertian Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Defendency Ratio)
adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan
jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja)
dibandingkan dengan jumlah pendduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja). Rasio
ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara
kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara
maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency ratio merupakan salah satu
indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase dependency ratio
menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang
produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak
produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah
menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif
untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Kebudayaan
dan Kepribadian
Pertumbuhan dan Perkembangan
Kebudayaan di Indonesia
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk
ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam
semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai
Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah
Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori,
bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak
batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke
arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu
menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores,
dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan
memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan
menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu
membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat
alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri zaman batu muda :
1.
Mulai menetap dan membuat rumah-rumah kecil
2.
Membentuk kelompok masyarakat desa
3.
Bertani dan berternak untuk memenuhi kebutuhan
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari
Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan
menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata
tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.
Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke
Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan
kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke
Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan
Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat.
Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh
dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme
masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni
bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti
tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa
Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan,
Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di
Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik
penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama
Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada
wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam
ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke
Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut
, berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan
kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara
yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung
Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa
Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan
negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan
golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan
menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan
Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk.
Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera
Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap
corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan
Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis
atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan
kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan
kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan
dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat
pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua
lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan
tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia
adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia
seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak
kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45
ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan
budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang
dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat
kemanusiaan bangsa Indonesia.
BAB
III
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat saya simpulkan bahwa penduduk adalah sekumpulan
manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu, sedangkan
masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu
wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam
wilayah tersebut. Kebudayaan adalah semua hasil
dari karya masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan
teknologi dan kebudayaan kebendaan yang diperlukan manusia untuk membuat suatu ciri khas dari masyarakat, agar hasil karya tersebut dapat diabdikan
untuk kepentingan masyarakat. Budaya yang kuat apabila
pemerintah dan seluruh masyarakat merasa memiliki daerahnya tanpa ada indikasi atau perpecahan sebuah
perbedaan baik suku, agama dan darimana dia berasal.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar